≡ Menu

Ada kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mengonsumsi makanan manis hingga merokok yang dapat menurunkan kualitas gigi. Namun nyatanya, masih ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tidak kita sadari berkontribusi dalam kerusakan gigi. Sebagian di antaranya telah menjadi ritual yang relatif sulit dilepaskan, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

  • Terlalu banyak minum teh dan kopi

Dalam takaran yang tepat, teh dan kopi sebenarnya sanggup menjaga kesehatan gigi. Namun, di luar batas normal, kedua jenis minuman tersebut justru akan meningkatkan peluang kerusakan pada geligi kita. Misalnya tannin dalam kandungan berlebih yang berpotensi mengubah warna pada lapisan terluar geligi. Kemudian takaran gula yang terlalu banyak pun turut serta menjadi biang dari lubang pada gigi.

  • Kandungan alkohol dan soda yang tinggi

Dua jenis minuman ini juga mampu mengurangi kualitas kesehatan gigi kita. Asam yang terdapat dalam soda dan alkohol mampu mengikis email gigi kalau kita terlalu sering meminumnya. Selain itu, alkohol pun dapat menurunkan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering. Hal inilah yang nantinya akan mengantarkan bakteri berkembang dan merusak gusi maupun gigi kita.

  • Kebiasaan menggigiti kuku jari tangan

Bagi sebagian orang, menggigiti kuku menjadi semacam kebiasaan yang bisa mengurangi rasa tegang atau grogi. Ada pula yang melakukannya tanpa sebab karena terbiasa sejak kecil. Padahal, kegiatan ini akan memeberikan dampak buruk untuk dua hal sekaligus, yakni merusak penampilan jemari tangan dan merusak struktur gigi kita.

  • Sering mengunyah es sebagai camilan

Beberapa orang punya kebiasaan mengunyah es karena bebas dari gula. Namun, seperti halnya minum teh atau kopi dalam jumlah berlebih, kebiasaan ini tetap berisiko kalau dilakukan terlalu sering. Pasalnya, es batu berpotensi menimbulkan iritasi pada jaringan lunak hingga mengikis email pada gigi. Selain itu, es dan enamel yang sama-sama bersifat kristal akan saling merusak kalau sering dipertemukan.

  • Terlampau keras saat sedang menyikat gigi

Siapa pun tahu kalau menyikat gigi merupakan kebiasaan baik untuk melindungi gigi dari gangguan dan mengangkat kotoran yang terselip. Akan tetapi, kalau kegiatan ini dipraktikan dengan cara yang salah, maka yang ada kita akan mendaparkan masalah. Seperti misalnya menyikat gigi terlalu keras yang bakal menimbulkan resesi gusi atau kehilangan jaringan gusi yang berada di pangkal gigi.

  • Memakai gigi untuk membuka atau mencongkel

Kebiasaan buruk lainnya yang sebaiknya dihindari adalah menggunakan gigi untuk membuka kemasan maupun mencongkel sesuatu seperti tutup botol. Gigi memang mempunyai struktur yang sangat kuat dan tidak akan mudah lepas. Namun, kalau kita terlalu sering melakukan dua kebiasaan ini, gigi akan rusak serta pecah serta memicu risiko lain yang lebih berbahaya.

{ 0 comments }

Banyak yang mengira kalau menyikat gigi dan berkumur dengan mouthwash cukup untuk membersihkan gigi. Padahal, ada kotoran-kotoran kecil hingga kuman dan bakteri yang mungkin saja tidak ikut keluar setelah kita melakukan kedua hal tadi. Untuk menjaga kebersihan geligi secara maksimal, ada benang gigi atau dental floss yang dapat kita manfaatkan.

Tidak seperti penduduk lain di dataran Eropa atau Amerika, benang gigi belum masuk ke dalam daftar penting masyarakat Indonesia yang menyukai sikat gigi. Di balik bentuknya yang tak jauh berbeda dari benang jahit, dental floss ternyata menyimpan 6 manfaat yang mampu menunjang kesehatan gigi kita, antara lain:

1. Mencegah gusi berdarah

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Menggunakan benang gigi secara rutin ternyata dapat menjauhkan gigi kita dari berbagai gangguan kesehatan. Sebut saja gigi berlubang yang kerap kali menghambat aktivitas hingga gusi berdarah.

2. Membuat napas lebih segar

Punya masalah bau mulut? Sebagian dari kita mungkin akan mengandalkan cairan kumur (mouthwash) untuk mengatasinya. Untuk memaksimalkan hasilnya, kita bisa mengandalkan benang gigi. Dental floss mengangkat kotoran-kotoran yang terselip dan membuat napas kita lebih segar.

3. Memutihkan gigi secara alami

Plak merupakan salah satu penyebab gigi kuning yang sulit dihilangkan. Bila kita tidak punya bujet cukup untuk memutihkan gigi dengan teknologi canggih, memakai benang gigi bisa jadi cara praktis yang dapat kita terapkan. Apalagi kalau dibarengi dengan perawatan gigi secara maksimal.

4. Menurunkan nafsu makan

Seperti yang telah disebut, membersihkan gigi dengan dental floss bukan hal mudah, karena kita harus hati-hati dalam mengangkat kotoran yang terselip di sela-sela sempit. Setelah geligi benar-benar bersih, sebagian orang memilih untuk tidak makan dalam waktu terdekat untuk mengapresiasi usaha mereka.

5. Menciptakan kesan bibir seksi

Bagi wanita yang ingin memberi kesan seksi pada bibirnya, membersihkan gigi memakai dental floss ternyata jadi salah satu cara ampuh yang dapat diterapkan. Pasalnya, kebersihan rongga mulut secara tak langsung akan memperbaiki kebersihan area-area di sekitarnya, termasuk bibir. Tertarik mencoba?

6. Menerapkan kebiasaan sehat

Terakhir, membersihkan gigi dengan dental floss dapat kita jadikan sebagai langkah untuk membangun kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Meski awalnya terasa sulit, lama-lama kita akan terbiasa dan tidak menutup kemungkinan akan menulari orang-orang di sekitar untuk melakukannya.

Menyoal tentang bentuk dan pemakaiannya, dental floss memang tidak boleh digunakan sembarangan. Bisa-bisa malah tersangkut atau malah tak sengaja tertelan karena tipis. Sebaiknya, Anda berkonsultasi dulu dengan dokter gigi terpercaya sebelum mengenakan benang gigi. Tanyakan pula cara pakainya agar kita tidak salah langkah. Sehingga gigi pun akan bersih dan sehat.

{ 0 comments }

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang perlu Anda perhatikan. Terkadang orang menyepelekan masalah gigi dan mulut sehingga baru menyadari pentingnya kesehatan gigi dan mulut ketika sudah mengalami sakit gigi. Pernahkah Anda merasa sakit gigi? Sebagian besar orang tentu pernah mengalami sakit gigi. Bahkan tidak jarang yang menyatakan bahwa sakit gigi itu lebih sakit daripada sakit hati. Kesehatan gigi sering dikaitkan juga dengan kesehatan mulut. Anda akan merasa tidak percaya diri untuk berbicara ketika mulut Anda bau. Atau juga Anda akan merasa tidak nyaman ketika berbicara dengan orang yang mulutnya bau. Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa membantu Anda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

1. Sikat Gigi dengan Benar

Hal termudah dalam merawat gigi adalah menyikatnya secara teratur sehingga sisa-sisa makanan yang tertinggal tidak akan membentuk karang gigi. Namun, tidak banyak orang yang tahu mengenai cara menyikat gigi dengan benar. Sebaiknya Anda melakukan sikat gigi secara hati-hati dan tidak terlalu keras. Proses penyikatan gigi tersebut dilakukan dengan gerakan memutar dengan durasi waktu kurang lebih 2 menit. Pastikan Anda menyikat gigi sebelum tidur agar sisa-sisa makanan maupun kotoran lain yang menempel pada gigi Anda bisa dihilangkan. Hal tersebut untuk menghindari timbulnya karang gigi ataupun gigi berlubang.

2. Hindari Rokok

Apakah Anda ingin memiliki gigi yang putih dan bersih? Kalau begitu, hindarilah kebiasaan merokok. Merokok bisa membuat gigi seseorang menjadi kuning dan warna bibirnya berubah menjadi hitam. Kebiasaan merokok meningkatkan probabilitas orang terserang penyakit pada gusi maupun kanker mulut. Jika Anda peduli dengan kesehatan gigi dan tidak mau mengidap berbagai penyakit yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut, maka Anda pun harus bisa mengendalikan diri untuk tidak merokok.

3. Minimalkan Makan Makanan Manis dan Asam

Ada banyak makanan manis dan asam yang sering Anda jumpai. Makanan yang manis dan asam bisa menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Sisa makanan yang manis maupun asam bisa menempel pada gigi Anda sehingga mengganggu kesehatan gigi  dan mulut Anda.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih sangat baik bagi kesehatan. Bahkan Anda pun dianjurkan untuk minum air putih minimal 8 gelas per hari. Air putih juga bisa membantu Anda membersihkan mulut dan gigi sehingga Anda pun terhindar dari menempelnya kotoran akibat dari sisa-sisa makanan.

5. Pilih Pasta Gigi yang Mengandung Fluorida

Fluorida dapat membantu menguatkan sel-sel dan enamel gigi Anda. Pasta gigi yang berfluorida juga dapat mencegah gigi dari serangan kuman sehingga Anda pun terhindar dari kerusakan gigi. Saat ini tersedia banyak pasta gigi berfluorida di pasaran sehingga Anda pun bisa mendapatkannya dengan mudah. Dengan demikian, Anda pun bisa menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik.

{ 0 comments }

Berada di garda terdepan sistem pencernaan menjadikan peran gigi amat vital untuk proses pengolahan makanan. Struktur gigi yang keras pun mampu membuat makanan-makanan padat dan keras jadi lembut dan mudah dicerna oleh organ di dalam tubuh. Akan tetapi, tidak semua orang tahu kalau gigi terdiri dari jenis dan memiliki fungsi berbeda. Padahal, informasi seputar gigi penting dieketahui untuk menunjang kualitas kesehatan Anda.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang gigi dan jenis-jenisnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Jenis-jenis Gigi Manusia dan Fungsinya

Setidaknya, ada 4 jenis gigi yang dimiliki manusia, yaitu:

  1. Gigi seri terdiri dari satu akar dan berperan penting dalam memotong atau mengerat makanan yang masuk ke rongga mulut. Bentuk gigi seri umumnya tegak dengan mahkota horizontal. Gigi seri manusia dewasa terdiri dari 4 buah; 2 di rahang atas dan 2 di rahang bawah;

  2. Gigi taring, seperti halnya gigi seri, mempunyai satu akar dan bertugas untuk mengoyak atau merobek makanan. Bentuknya tegak, tetapi meruncing untuk memudahkan proses pengoyakan. Manusia dewasa mempunyai 4 gigi taring; 2 gigi di rahang atas dan 2 gigi di rahang bawah;

  3. Gigi geraham depan atau premolar merupakan gigi yang memiliki dua akar dan berperan untuk menggiling serta mengunyah makanan. Jenis gigi ini bentuknya rendah dengan sejumlah tonjolan di mahkotanya. Manusia dewasa memiliki 8 premolar; 4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah;

  4. Gigi geraham belakang atau gigi molar adalah jenis gigi dengan 2-3 akar. Fungsi gigi geraham bawah biasanya untuk menggilas, menghancurkan, melumat, hingga menghaluskan makanan. Bentuknya pun menyerupai premolar. Ada 12 gigi molar pada manusia dewasa; 6 di rahang atas dan 6 di rahang bawah.

Sementara dari segi usia, gigi terbagi jadi dua jenis, antara lain:

  1. Gigi susu. Set gigi ini adalah yang kali pertama tumbuh pada manusia. Seiring bertambahnya usia, gigi susu akan copot untuk kemudian digantikan gigi permanen. Umumnya gigi susu pada balita akan tumbuh pada usia 6, 7, atau 8 bulan dengan gigi seri di rahang bawah yang paling awal muncul. Memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak memiliki susunan gigi susu yang lengkap dengan jumlah 20 buah; 8 gigi seri, 4 gigi taring, serta 8 gigi premolar;

  2. Gigi permanen. Seperti yang telah disinggung, gigi permanen adalah gigi yang menggantikan gigi susu yang tanggal dan tidak akan lepas sepanjang hidupnya. Manusia dewasa punya 32 gigi permanen yang terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 gigi geraham belakang.

{ 0 comments }